City Boyong Fernandinho dan Navas


Di saat klub lain belum mendapatkan pemain, Manchester City sudah memborong dua pemain sekaligus. Mereka adalah Fernandinho asal Shaktar Donetsk dan Jesus Navas dari Malaga. Total belanja mereka mencapai 50 juta poundsterling atau sekitar Rp 756 miliar.

Urusan segala yang menyangkut dua pemain ini, diharapkan akan segera tuntas pekan depan.  Di saat yang bersamaan dengan itu, pelatih baru mereka Manuel Pellegrini juga bisa segera rampung dan dikabarkan ke seluruh penjuru dunia.  

Pemain Brasil, Fernandinho menyatakan kepergiannya untuk bermain bersama City, merupakan upayanya agar dia kena radar Fillipe Scolari, manajer timnas Brasil. Maklum Liga Ukraina kurang terdengar jelas.  

Fernando Luiz Roza nama di akte kelahirannya,  Rabu lalu sudah melakukan tes kesehatan di Rumah sakit Bridgewater Manchester. Telegraph melaporkan untuk mendapatkan pemain Brasil ini City menggelontorkan uang hingga 34 juta poundsterling.

Pemain Brasil ini terkenal sebagai pemain tengah yang bagus dalam bertahan tapi juga terampil dalam membangun serangan. Permainannya sering disebut punya kesamaan dengan Ramirez, pemain Chelsea yang juga dari Brasil. Duetnya dengan Yaya Toure kelak, diharapkan bisa menjadi senjata yang mematikan.

Pembelian pemain ini, terutama Fernandinho, merupakan cara cepat yang dilakukan duet direktur teknik dan CEO, Txiki Begiristain dan Ferran Soriano untuk memastikan pemain yang diinginkan. Mereka tak mau mengulangi kesalahan musim lalu, yang membeli pemain di saat-saat akhir.

Perburuan pemain mereka pun belum usai. Mereka masih membutuhkan penyerang yang tiada lain, Edinson Cavani. Untuk memboyong pemain asal Uruguay ini, City sudah menyiapkan uang hingga 45 juta pound. ‘

Skuad baru ini akan dijajal dalam pertandingan persahabatan melawan Arsenal di Helsinki, 10 Agustus kelak, atau sepekan sebelum bergulir Liga Primer. 

Posting ini dikirim dengan NgiknguksBerry
06 June 2013
Posted by ngiknguks

Teka-Teki Rooney jadi Model Jersey Baru United



Rabu lalu, The Red Devils merilis seragam resmi yang akan dipakai selama musim depan. Yang menarik, dalam deretan pemain yang menjadi model seragam itu, muncul Wayne Rooney. Padahal, selama ini Rooney tengah galau dan meminta agar dijual di bursa transfer musim panas ini.

Keinginan Rooney untuk pergi dari Old Trafford, yang sudah dibelanya sejak sembilan musim silam, muncul hampir bersamaan dengan mundurnya Alex Ferguson dari jabatan sebagai manajer klub itu. “Rooney ingin dimasukkan dalam daftar transfer pemain,” kata Ferguson ketika itu.

Sejak kedatangan Robin van Persie, posisi Rooney sebagai striker menjadi terganggu. Van Persie yang berkilau-kilau permainannya, membuat Ferguson tak ragu untuk mengistirahatkan Rooney – yang kebetulan juga mengalami beberapa cedera.

Namun kehebohan terjadi ketika Ferguson tidak memasang Rooney sebagai pemain saat Manchester United menghadapi Real Madrid di pertandingan kedua di Old Trafford, di babak 16 Besar Liga Champions. Pertanda, Rooney akan dilepas di musim depan, demikian komentar pers Inggris.

Di dua laga akhir, Ferguson juga tidak memasangnya lagi. Kala itu, Fergie punya alasan, Rooney sendiri yang tidak mau diturunkan dalam pertandingan tersebut.

Sosok Rooney langsung kurang mendapatkan tempat di hati para penggemarnya. Saat menerima medali, penonton menyorakinya. Begitu pula ketika dia berada di atas bus terbuka saat mengarak piala.  Fergie yang hanya bisa bilang, Rooney tidak dijual akhirnya tak mau bicara banyak. “Rooney menjadi urusan Mr Moyes,” katanya.

David Moyes, pelatih baru United bukan orang baru untuk Rooney. Dialah juga yang menangani Rooney saat masih junior. Hubungan keduanya sempat memburuk meski belakangan membaik.  Moyes sendiri menginginkan Rooney tetap tinggal memperkuat skuadnya di musim depan.

Dengan munculnya Rooney dalam iklan jersey baru ini, meniupkan spekulasi di kalangan media Inggris. Dailystar menganggap hal ini merupakan salah satu pertanda bahwa pemain yang didatangkan dari Everton pada 2004 ini akan tetap tinggal di Old Trafford. Dengan lain kata: ini adalah isyarat klub takkan melepas pemain yang masih memiliki durasi kontrak dua musim lagi.

Kabar dari orang dalam, Rooney dikabarkan sudah banyak dinasihati para pemain senior. Gary Neville dan Rio Ferdinand yang disebut sebagai kawan dekatnya, mewanti-wanti agar Rooney mau tinggal di Old Trafford.

Berbeda dengan The Sun. Menurut tabloid ini, dipajangnya Rooney sebagai “manekin” semata karena klub dan sponsornya yakni Nike tetap menganggapnya sebagai pemain yang bisa meningkatkan penjualan replika jersey. Hampir pasti tidak ada hubungannya dengan kemungkinan Rooney tetap tinggal di United.

Kepastian nasib Rooney akan ditentukan dalam pekan depan, yakni setelah Moyes pulang dari liburannya ke Amerika Serikat. Mereka akan bicara serius. Dari situlah, akan ketahuan apakah Moyes berhasil meyakinkannya atau sebaliknya.

Rooney sendiri tak banyak permintaan sebenarnya. Dia menginginkan tetap berada dalam posisinya selama ini, yaitu sebagai penuntas serangan atau penyerang bukan sebagai pemain tengah – seperti yang diminta Fergie belakangan ini. “Itu yang saya inginkan. Sehingga saya bisa meneruskannya dengan baik,” katanya.


Posting ini dikirim dengan NgiknguksBerry

Posted by ngiknguks

Tukang Sulap di Klub Liga Primer


Klub sepak bola yang bermain di Liga Primer tak hanya memperkerjakan pemain bola, pelatih, atau petugas medis. Mereka juga punya pegawai di luar pekerjaan itu, tak terkecuali tukang sulap.

Ya betul. Tukang sulap atau bahasa kerennya, magician. Mereka dibayar untuk bermain sulap.
Arsenal adalah salah satu klub yang terbilang paling awal merekrut pesulap. Marvin Berglas bersama rombongannya mulai bekerja di Highbury -- kandang Arsenal sebelumnya pada 1993. Dia adalah pesulap pertama yang resmi dikontrak oleh klub Liga Primes.

Marvin bukang pesulap kacangan. Dia adalah anak dari ilusionis ternama, David Berglas. Pekerjaan Marvin adalah menghibur orang-orang penting atau tamu VIP atau perwakilan sponsor yang datang saat Arsenal bermain kandang.

Dia menghibur para tamu itu sebelum pertandingan dimulai. "Saya bangga menjadi bagian dari klub ini. Kami menghadirkan para pesulap ketika Arsenal main," katanya.

Atas jasanya itu, tahun lalu bertepatan dengan ulang tahun klub itu yang ke 125, Marvin mendapatkan penghargaan khusus. Kiprahnya dianggap sama dengan para pemain yang sudah memberikan gelar juara bagi klub.

Pekerjaan para pesulap tidak itu saja. Ketika klub melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menghibur anak-anak yang tidak beruntung secara kesehatannya, para pesulap ini bekerja. Mereka ikut bersama pemain dan menghibur dengan aksi sulapnya.

Nicholas Einhorn, adalah pesulap yang melakukan itu. Dia adalah pesulap resmi klub Tottenham Hotspurs. "Saya senang sekali melihat orang yang takjub ketika saya mainkan sulap," katanya.

Saat Tottenham bermain di kandangnya di White Hart Lane, dia dipastikan ada di kotak penonton VIP. Dia memainkan berbagai jurus sulapnya untuk menghibur para tamu penting.

The Blues Chelsea juga punya pesulap. Namanya, David Redfearn. Tugasnya sama saja. Dia menghibur para tetamu yang datang ke pertandingan Chelsea di laga Liga Champions.

Setan Merah, Manchester United juga memiliki pesulap. Mengaku sebagai pesulap dan pencopet nomor satu, Matt Windsor adalah pemenang kontes pemilihan juara sulap di televisi.

Menurut orang-orang yang pernah melihat aksinya, Matt sangat pintar memainkan sulap lengkap dengan mencampurbaurkan dengan humornya yang segar. Sejak tahun 2000, dia berada di Old Trafford untuk menghibur para tamu penting klub ini.

Tapi bukan hanya pesulap yang bisa bekerja di klub-klub Liga Inggri. Rupanya tamu-tamu klub itu beragam seleranya. Sarah Wardle misalnya. Dia adalah penulis dan pembaca puisi di Tottenham Hotspurs.
Begitu juga dengan peran Ian McMillan di klub Barnsley. Klub lainnya, seperti Brighton and Hove Albion dan Leicester City punya seniman sendiri. Hebat.

posting ini dikirim dengan NgiknguksBerry












05 June 2013
Posted by ngiknguks

Tembus 1 Juta Like, Lothar Matthaus Janji Main Bola Lagi


Legenda Jerman, Lothar Matthaus berjanji akan bermain sepak bola. Padahal, pria yang pernah menjadi manajer di klub Rapid Vienna dan Partizan Belgrade ini sudah menggantung sepatu sejak 13 tahun lalu.

Matthaus adalah pemain sepak bola Jerman yang banyak dikenal karena kehebatannya sebagai pemain belakang. Satu prestasinya adalah mempersembahkan gelar juara dunia pada Piala Dunia 1990.

Dia adalah pemain yang kharismatis, yang dihormati kawan dan lawan. Itu sebabnya, dia pernah bermain untuk timnas Jerman hingga 150 kali. Tak ada pemain yang bisa bermain selama dan sekonsisten seperti dia. Matthaus bermain dalam dua dekade, yaitu sejak 1980 hingga 2000.

Tapi, janji adalah janji. Dia akan bermain sepak bola lagi, memakai sepatu dan berlarian di lapangan kalau saja jumlah akun facebooknya dilike oleh satu juta orang.

Siapa pun apalagi penggemarnya bisa membantunya agar dia mau membayar janjinya itu. Caranya cukup memberikan tanda jempol. Meski untuk itu perlu waktu yang lama. Maklum saat ini, orang yang memberikan like di akun fans-nya yang dia buat baru mencapai 72 ribu. Masih butuh 928 ribu tanda like lagi.

04 June 2013
Posted by ngiknguks

Anak Jack Wilshere Fans Barcelona



Barcelona tidak hanya disukai kaum dewasa. Anak-anak ternyata juga menyukainya, tak terkecuali anak dari pemain sepak bola klub lainnya. Setelah pengakuan John Terry yang menyebut anaknya adalah penggemar Barcelona, kini giliran si Archie yang menggilai klub asal Catalan itu. Ayahnya, mengabadikan Archie dengan seragam kedua klub itu di sebuah pagi yang cerah dan diunggah di akun twitternya.

Ayah dari anak itu adalah Jack Wilshere, pemain hebat Arsenal, yang kini harus istirahat karena mengalami cedera. Dia memang tidak ikut dalam rombongan tim nasional Inggris ke Brasil.

Tapi ternyata banyak fans Arsenal tidak terlalu suka dengan gambar anak yang lucu itu. Apalagi, Wilshere dulu di kala masih junior sempat dilirik klub itu untuk dijadikan salah satu pemainnya.  Mungkin gara-gara itulah banyak yang tidak menyukai gambar itu.

Namun Wilshere tak peduli. Toh dia tidak mempunyai maksud apa-apa kecuali memamerkan anaknya yang cute itu. Lagi pula memang banyak anak-anak di belahan dunia ini yang suka dengan Barcelona, karena jarang kalah dan juga diperkuat Lionel Messi yang pintar gocek bola dan membuat gol ke gawang lawan.

Urusan bisa jadi panjang, seandainya kalau Wilshere memajang foto anaknya dalam pakaian seragam klub Liga Primer lainnya. Apalagi kalau Tottenham Hotspurs, yang menjadi musuh sekota yang juga bebuyutan klub tempat bapaknya bekerja.

03 June 2013
Posted by ngiknguks

Iklan Meledek untuk Mark Hughes


Kalau fans Manchester City mengumpulkan uang untuk memasang iklan ucapan terima kasih pada Roberto Mancini, atas jasanya selama di Manchester City, beda lagi dengan ulah fans Queens Park Rangers. Mereka juga memasang iklan, tadi isinya, justru meledek pelatih asal Wales itu.

Dalam iklan yang dipajang di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum atau pom bensin, yang tak jauh dari lokasi Stadion Britannia – markas Stoke City, dituliskan ucapan terima kasih dari fans QPR, tapi ini uniknya, untuk tidak menghasilkan prestasi buat QPR.

Mark Hughes memang pernah menangani QPR. Di musim pertamanya, hasil klub belang biru putih itu lumayan. Mereka bertahan di Liga Primer. Hughes pun mendapatkan apresiasi dari pemilik klub, Tony  Fernandez. Semua pemain yang diinginkan Hughes, dituruti manajemen. Sampai-sampai klub ini dijuluki sebagai pembeli pemain terbanyak. Siapa saja pun dibeli. Mulai dari Park Ji-Sung sampai bek Portugal, Jose Bosinghwa.

Tapi hasilnya? Mereka kalah sering kalah ketimbang menang. Akhirnya Hughes pun dipecat dan digantikan Harry Redknapp. Bekas pelatih Tottenham Hotspurs yang biasanya berhasil menjadi penyelamat klub yang hampir terdegradasi tak bisa berbuat banyak. Belum sampai musim berakhir, QPR sudah memesan tiket untuk ke divisi Championship alias divisi dua.

Namun nasib baik terus memayungi Mark Hughes. Setelah memecat pelatih Tony Pulis, Stoke menunjuk pelatih yang bekas pemain Manchester United itu. Manajemen Stoke pun membela Hughes dari serangan mereka yang mengkritiknya.  “Jangan dilihat kegagalan saya di QPR saja,” kata Hughes.

Fans QPR yang sama sekali tidak ada urusan dengan klub Stoke akhirnya buka suara. “Hughes sekarang enak-enakan berada di Liga Primer. Sedangkan QPR yang pernah dia tangani – dan gara-gara dia juga, berada di divisi Championship.”


Tak cukup dengan omongan. Kekesalan para fans Stoke itu pula yang membuat mereka rela mengeluarkan uang untuk pemasangan iklan, yang tujuannya untuk meledek Hughes.
02 June 2013
Posted by ngiknguks

Ganti Rumput Old Trafford, MU Habiskan Rp 12 Miliar



Sir Alex Ferguson yang bulan depan tak lagi menjadi manajer Manchester United, sepertinya ingin meninggalkan kenangan terindah bagi Stadion Old Trafford. Saat musim kompetisi berakhir, seluruh rumput di lapangan akan diangkut.

Selanjutnya, lapangan sepak bola ini akan diganti dengan rumput baru yang benar-benar unik. Di bagian atasnya adalah rumput sintetis sedangkan di bagian bawahnya adalah rumput alami.

Bingung? Rumput di bagian atas adalah rumput sintetis yang terdiri dari 20 juta serat. Rumput ini berikatan dengan rumput alami di ada sekitar 20 sentimeter di bawah permukaan tanah. Dengan teknologi ini permukaan lapangan akan menjadi lebih kuat.

Keputusan untuk mengupas rumput di Old Trafford ini dipicu karena kualitas lapangan itu terasa tak bikin nyaman para pemain. Sebabnya, rumput di sana memang buruk keadaannya.   Desember lalu, adalah puncaknya. Karena diguyur hujan, permukaan lapangan ini pun menjadi bergelombang. Maklum, sejak musim 2003-2004 rumput ini belum pernah diganti.

Kagum melihat rumput di Stadion Wembley, petinggi The Red Devils pun memerintahkan untuk mengganti rumput Old Trafford. Meskipun untuk itu biayanya tidaklah murah, yaitu 800 ribu poundsterling atau sekitar Rp 12 miliar.

01 June 2013
Posted by ngiknguks

Fans Liverpool Bakar Kaos Suarez




Belum juga apa-apa, fans Liverpool sudah marah pada Luis Suarez. Seragam Suarez yang bernomor 7 langsung dibakar. Pemain Uruguay sendiri, memang menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dengan Real Madrid, yang akan membelinya dengan harga 40 juta poundsterling.

Tapi, dia dan Real Madrid belum juga melakukan deal. Suarez hanya bilang, “Susah kalau untuk menolak tawaran yang datang dari Madrid,” katanya.

Padahal situasi yang nyaris sama terjadi pada pemain Tottenham Hotspurs, Gareth Bale. Pemain Wales ini lebih berani lagi. Lewat agennya dia berkata: “Sangat tersanjung dengan keinginan Madrid,” katanya.

Nah, kenapa fans Liverpool begitu reaktif? Ternyata para fans menggarisbawahi pernyataan Suarez yang kesal dengan perlakuan media di Inggris yang dinilainya kelewatan. Pemain yang masih menjalani hukuman larangan bermain sebanyak 10 kali akibat menggigit pemain Chelsea itu pun berniat hengkang dari Anfield, di musim nanti. Rupanya itu yang dianggap sebagai bentuk ketidaksetiaan Suarez. Padahal sebelumnya, dia mengaku fine-fine saja dengan kehidupannya di Liverpool. Setelah ada minat dari Madrid, dia pun ngoceh.

Ranah twitter sudah penuh dengan caci maki pada bekas pemain Ajax Amsterdam ini. Hingga akhirnya kemarahan itu berujung pada pembakaran kaos Suarez.

Peristiwa ini juga terjadi pada pergantian tahun 2011. Ketika itu Steven Gerard digosipkan akan menyeberang ke Chelsea. Namun sang kapten tetap bertahan, justru malah Fernando Torres, pemain yang juga paling disayang fans Liverpool tiba-tiba memutuskan pindah ke London untuk bergabung dengan Chelsea.

Posted by ngiknguks

Ini Dia Taktik Baru Timnas Brasil


Masih dalam rangka menyambut perhelatan Piala Konfederasi, para pemain Brasil telah memulai latihan pertama di Pusat Pendidikan Fisik Tentara di Urca, Brasil. Latihan perdana ini langsung diawasi Luiz Felipe Scolari dan anggota tim kepelatihannya.

Ada yang berbeda dengan pola strategi tim Selecao kali ini.
Paulo Paixão, yang sudah bekerja lebih dari satu dekade melatih tim Brasil, punya cara dan trik baru dalam permainan Tim Samba kelak.
Perubahan itu terletak pada cara para pemain “menggoreng” bola. Paixão membagi para pemain Brasil dalam dua tim yang masing-masing terdiri dari delapan orang.  Latihan kali dia melarang pemain memainkan bola lebih lama di kakinya.

Dia hanya mengizinkan para pemain paling banyak memainkan bola dalam dua sentuhan, setelah itu bola langsung dioper pada pemain lain demi terciptanya gol dengan lekas, tanpa bertele-tele.

Hasil permainan ini diharapkan bisa dapat dipraktekkan pada saat mereka melawan tim Inggris dalam pertandingan di Stadion Maracana, Minggu besok. Satu-Dua sentuhan, lalu berbuah gol.

Seharusnya sih bisa berhasil. Maklum Inggris, seperti yang dikritik oleh Gary Lineker kini memainkan pola permainan “Zaman Kegelapan”, yaitu dengan memainkan pola 4-4-2. “Inggris akan kesulitan menghadapi Brasil,” kata Lineker, bintang Inggris di Piala Dunia 1986.

Kalau Roy Hodgson tidak mengubah permainannya itu, jelas akan menguntungkan Brasil. Scolari akan yakin permainan barunya, satu-dua sentuhan ini akan membuahkan hasil yang bagus sebagai persiapan menghadapi Piala Konfederasi di pertengahan Juni kelak.

31 May 2013
Posted by ngiknguks

Kupingnya Diperiksa, Neymar Kegelian



Menyambut turnamen pemanasan Piala Dunia 2014, yaitu Piala Konfederasi, para pemain Selecao Brasil menjalani serangkaian pemeriksaan medis.  Para pemain Brasil seperti David Luiz, Hulk, Julio Cesar, dan Lucas Moura menjalani pemeriksaan medis Rabu lalu.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis timnas Brasil yang terdiri dari dokter-dokter yang bernama Jose Luis Runco, Serafim Borges, dan Rodrigo Lasmar. Seperti layaknya tes masuk perusahaan, semua bagian tubuh diperiksa dengan seksama.

Kesehatan mereka diperiksa dari jantung, mata, tangan, kaki, dan juga kuping. Saat pemeriksaan telinga, bintang Brasil yang akan bermain di Barcelona, musim depan, Neymar tak bisa menahan geli saat alat milik dokter memeriksa bagian dalam telinganya. Dia bergidik lalu tersenyum.

Senin mendatang, ketika menjalani tes keseharan, dipastikan dia akan bergidik sekali lagi.

Posted by ngiknguks

Translate

Statistik

Powered by Blogger.

Followers

- Copyright © @ngiknguks -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -